KOTAMOBAGU, Discover.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Kotamobagu yang merupakan salah satu sekolah Pusat Keunggulan (PK) sukses menggelar acara ‘Gelar Karya Kompetisi Lokal Sekolah Pengimbasan’ yang berlangsung sangat meriah, Kamis (22/10/2026) di halaman sekolah SMK N 1 Kotamobagu.
Kegiatan ini terselenggara sebagai tanggung jawab sekolah pasca ditetapkan sebagai salah satu sekolah yang menerima manfaat program Sekolah Pengimbas Nasional, melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Prestasi.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kacabdin Kotamobagu–Boltim yang diwakili oleh KTU Robianto Paputungan, S.Pd.I., Kasi SMK Donny Mokodongan, S.E., serta tiga sekolah imbas yaitu Kepala Sekolah SMK Kristen Kotamobagu Bobby Tulalo, S.Sos, Kepala Sekolah SMK N 2 Kotamobagu yang diwakili Kabid Kesiswaan Uen Al Azis, S.Pd, Kepsek SMK Cokroaminoto, guru pembimbing, panitia, serta guru dan siswa SMK N 1 Kotamobagu.
Kepala Sekolah SMK N 1 Kotamobagu, H. Hardi Mokoginta, S.Pd., MM, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Sekolah Pengimbasan ini merupakan salah satu program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan kualitas pendidikan dari sekolah unggul kepada sekolah-sekolah di sekitarnya.
Kepsek juga menyampaikan bahwa melalui prestasi-prestasi yang diperoleh tahun lalu, SMK N 1 Kotamobagu pada tahun 2026 ini mendapat bantuan BOS Prestasi, sehingga mendapatkan bantuan untuk program Sekolah Pengimbasan, di mana ada 3 sekolah sekitar yang dijaring sebagai sekolah imbas yaitu SMK N 2 Kotamobagu, SMK Kristen Kotamobagu, serta SMK Cokroaminoto Kotamobagu.
Kepsek Hardi memaparkan ada 4 tujuan utama dari program Pengimbasan ini:
1. Mengakselerasi pemerataan / mempercepat kualitas pendidikan dari satu sekolah ke sekolah lain supaya sama-sama bisa maju serta berkualitas.
2. Berbagi atau bertukar praktek baik.
3. Meningkatkan kolaborasi, mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia.
4. Menciptakan ekosistem yang dinamis, dengan cara jejaring pendidikan melalui kerja sama yang berkesinambungan.
Dalam sambutannya, Kepsek Hardi berharap agar ilmu yang didapat tidak berhenti pada acara seremonial saja.
“Saya berharap dengan hasil latihan selama mereka menjadi satu tim bukan hanya berakhir selesai gelar karya pengimbasan ini, tetapi nantinya anak-anak bisa mengembangkan serta memberdayakan untuk semua kegiatan di satuan pendidikan ataupun hajatan lain bahkan mereka bisa jadi pelaku usaha kecil untuk diberdayakan,” sebut Kepsek Hardi Mokoginta.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sekolah imbas dan guru-guru pendamping yang selama 2 bulan telah meluangkan waktu mendampingi anak-anak latihan bersama dengan penuh semangat.
Dalam gelaran Gebyar Karya Sekolah Pengimbasan ini, ditampilkan hasil karya unggulan siswa yaitu lomba Tari dan lomba Peran / Theater ‘Monolog’ yang diikuti sekolah imbas.
Terpisah, Kepala Sekolah SMK Kristen Kotamobagu, Bobby Tulalo, S.Sos, memberikan penguatan serta dukungan akan dampak positif program ini.
“Sebagai Imbas kami dapat merasakan dampak positif yang diperoleh oleh siswa kami, dan nantinya ilmu yang diperoleh dari sekolah Pengimbas akan kami terapkan secara mandiri di sekolah kami,” ucap Kepsek Tulalo.
Senada, perwakilan SMK N 2 Kotamobagu, Uen Al Azis, S.Pd, mengatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah melaksanakan latihan bersama-sama dengan sekolah imbas, ini merupakan program yang sangat bagus dan nantinya semua ilmu yang didapatkan selama pelatihan akan kami tularkan sebagai langkah lanjut untuk praktek siswa kami di sekolah.”
Sementara itu, Kacabdin Kotamobagu–Boltim yang diwakili KTU Robianto Paputungan, dalam closing statement-nya menegaskan filosofi pengimbasan:
– Prestasi terbaik bukan hanya tentang meraih, tetapi tentang membagikan cara meraihnya.
– Sekolah hebat tidak berjalan sendiri, ia mengulurkan tangan agar sekolah lain ikut maju.
– Pengimbasan adalah jembatan dari yang sudah bisa untuk yang sedang belajar, menuju kemajuan bersama.
– Praktek baik yang dibagikan akan berlipat manfaatnya.
– Berbagi bukan mengurangi keunggulan tapi memperluas keberhasilan.
– Tidak ada sekolah yang terlalu kecil untuk berkarya, dan tidak ada sekolah yang terlalu hebat untuk belajar.
Acara ini diakhiri dengan foto bersama dan pemberian hadiah pemenang lomba. Untuk lomba monolog hanya dilakukan di kalangan internal SMK N 1 Kotamobagu.
Adapun pemenang lomba tari adalah sebagai berikut:
Juara 1: SMK N 1 Kotamobagu
Juara 2: SMK N 2 Kotamobagu
Juara 3: SMK Cokroaminoto Kotamobagu
Juara 4: SMK Kristen Kotamobagu
***






