Discover.co.id, KOTAMOBAGU – Komitmen memperkuat komunikasi antara pers dan wakil rakyat di tingkat nasional ditunjukkan Ketua Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara, Ir. Stefanus B.A.N. Liow, M.A.P.
Bertempat di Cafe Kusu-Kusu, Kota Kotamobagu, Selasa (20/10/2026), Senator asal Sulawesi Utara yang akrab disapa SBAN Liow ini menggelar pertemuan dan dialog bersama puluhan wartawan yang tergabung dalam PWI Kotamobagu.
Pertemuan tersebut turut didampingi Ketua PWI Kotamobagu, Konni Balamba, S.Sos.
Bagi Stefanus Liow, pertemuan ini memiliki makna ganda. Selain sebagai anggota DPD RI/MPR RI Dapil Sulawesi Utara, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI Sulut periode 2026-2031.
Posisi strategis ini menempatkannya sebagai jembatan antara kepentingan publik, dunia pers, dan lembaga legislatif.
“Pers adalah mitra strategis pembangunan. Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga pilar penguji kebijakan agar program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Stefanus dalam dialog tersebut.
Diskusi berlangsung hangat dan terbuka.
Sejumlah isu pembangunan daerah menjadi fokus pembahasan, mulai dari pelaksanaan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga persoalan fundamental tentang transparansi pembangunan di tingkat desa.
Dalam konteks pengawasan publik, Stefanus menegaskan peran vital media untuk memastikan setiap program nasional berjalan tepat sasaran dan akuntabel di lapangan.
Prinsip tersebut sejalan dengan pandangan yang pernah ia sampaikan pada peringatan Hari Pers Nasional, bahwa insan pers harus terus menyajikan informasi terpercaya dan berkualitas untuk mempersatukan dan mencerdaskan bangsa.
Sementara itu, Ketua PWI Kotamobagu, Konni Balamba, mengapresiasi inisiatif dialog tersebut.
Menurutnya, forum seperti ini menjadi momentum penting bagi PWI daerah untuk memperkuat jejaring komunikasi dengan pemangku kebijakan di pusat, tanpa mengesampingkan prinsip independensi dan fungsi kontrol sosial.
“Ini adalah ruang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya secara langsung. Kami di PWI Kotamobagu tetap pada posisi independen, kritis, namun konstruktif dalam mengawal pembangunan,” kata Konni.
Melalui pertemuan ini, sinergi antara organisasi profesi wartawan dan wakil daerah diharapkan tidak berhenti pada seremonial, melainkan menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan — tempat kritik, evaluasi, dan aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara terbuka demi kemajuan Sulawesi Utara. ***







