Apple Pecah Tradisi! MacBook Pro Pertama dengan Layar Sentuh dan PROLED XDR Resmi Meluncur

Oplus_131072

Teknologi, Discover.co.id —  Sejarah baru di dunia Mac akhirnya terjadi. CEO Apple, Tim Cook mengumumkan secara resmi bahwa Apple untuk pertama kalinya menghadirkan teknologi Touch ke lini MacBook.

Melalui akun X (Twitter) pribadinya @tim_cook, 20 jam lalu, Tim Cook menulis, _”We brought Touch to the Mac!”_ yang langsung viral dan ditonton lebih dari 7 juta kali.

Pengumuman ini menjadi penutup dari rangkaian peluncuran produk Apple pekan ini, mulai dari iPad mini terbaru, MacBook Pro 14 inci, iMac, dan puncaknya adalah MacBook Pro dengan PROLED XDR Display dan Touch.

“Dari iPad mini yang serba baru hingga MacBook Pro 14 inci dan iMac… dan kini MacBook Pro dengan PROLED XDR Display dan Touch, para kreator memiliki alat baru untuk melakukan karya terbaik mereka,” tulis Cook dalam cuitannya.

Berdasarkan rilis resmi Apple, MacBook Pro Touch ini hadir dalam dua varian, 14 inci dan 16 inci, dan ditenagai chip terbaru M5 Pro dan M5 Max. Ini adalah MacBook pertama yang menggunakan teknologi PROLED XDR yaitu panel tandem OLED yang mampu menghasilkan kecerahan puncak hingga 2000 nits, rasio kontras 10.000.000:1, refresh rate 120Hz ProMotion, serta dukungan warna P3 dan Adobe RGB.

Fitur Touch sendiri bukan sekadar layar sentuh biasa. Apple mengklaim sensor sentuh ditanam langsung di dalam panel display untuk mengurangi latensi, sehingga pengguna bisa melakukan scroll, pinch-to-zoom, drag and drop, menggambar langsung, hingga memainkan instrumen musik virtual langsung di layar.

Tak hanya itu, Apple juga untuk pertama kalinya memboyong Dynamic Island yang selama ini ada di iPhone, ke dalam Mac. Dynamic Island di Mac akan menjadi pusat untuk Spotlight, Live Activities, dan Siri AI.

Perangkat ini sudah bisa dipesan mulai 28 Oktober 2026 dan akan tersedia di pasaran mulai 6 November 2026. Untuk harga, model 14 inci dibanderol mulai *$2.899 atau sekitar Rp 47 jutaan*, dan model 16 inci mulai *$3.399*.

Langkah ini dianggap sebagai perubahan ideologi besar Apple, yang selama bertahun-tahun di bawah Steve Jobs dan Jony Ive selalu menolak konsep laptop dengan layar sentuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *