LOLAYAN, Discover.co.id – Komitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat dan humanis terus digaungkan Polsek Lolayan. Berpedoman pada tagline Polri Bersama Masyarakat, aparat dituntut selalu hadir di tengah aktivitas warga untuk memberikan rasa aman, nyaman dan perlindungan optimal.
Wujud nyata diperlihatkan langsung Kapolsek Lolayan AKP Johan Atang, S.H., S.Th., M.A., M.Pd. Pada Senin pagi (26/10), ia turun langsung ke jalan melaksanakan pengamanan jalur (strong point) di depan SDN 2, Jalan Trans Sulawesi (AKD), Desa Mopait, Kecamatan Lolayan.
Kegiatan pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan jalur difokuskan pada jam rawan pagi, di mana mobilitas warga dan pelajar menuju sekolah sedang padat.
Di lokasi, Kapolsek Lolayan tidak sekadar mengatur arus kendaraan dari kedua arah, tetapi juga turun tangan langsung menggandeng dan menyeberangkan anak-anak sekolah secara aman melintasi jalan raya yang ramai.
“Melalui semangat Polri Bersama Masyarakat, kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi di jalan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Tugas pagi ini bukan sekadar mengatur kelancaran arus lalu lintas, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab moral untuk melindungi keselamatan anak-anak kita yang merupakan generasi penerus bangsa,” tegas AKP Johan Atang di sela kegiatan.
Ia menambahkan, pengamanan titik rawan atau strong point di kawasan sekolah merupakan program rutin yang terus digalakkan Polsek Lolayan. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas serta menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
Kehadiran pimpinan kepolisian sektor di tengah jalan mendapat respons positif dan apresiasi dari para guru, orang tua murid dan masyarakat Desa Mopait. Sinergi yang harmonis membuat arus lalu lintas di depan SDN 2 terpantau aman, tertib, lancar dan terkendali.
Melalui momentum ini, Polsek Lolayan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu lalu lintas, serta memperlambat laju kendaraan saat melintas di sekitar kawasan sekolah demi keselamatan bersama.








